Disdik Riau Gandeng Baznas Perkuat Bantuan Pendidikan bagi Siswa Kurang Mampu dan Tebus Ijazah
SCN | PEKANBARU – Upaya Pemerintah Provinsi Riau memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh hak pendidikan terus diperkuat.
Tak hanya membantu siswa yang masih duduk di bangku sekolah, perhatian juga diberikan kepada mereka yang telah lulus tetapi terkendala mengambil ijazah akibat persoalan ekonomi.
Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, pemerintah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut. Salah satunya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau.
Hasilnya, sebanyak 297 ijazah lulusan SMA dan SMK swasta di Kota Pekanbaru berhasil ditebus. Para lulusan tersebut sebelumnya belum dapat mengambil ijazah karena masih memiliki tunggakan di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya mengatakan, ijazah merupakan dokumen penting bagi lulusan. Karena itu, persoalan ekonomi diharapkan tidak sampai membuat masa depan anak terhambat.
“Kalau ijazah sudah bisa diambil, tentu akan memudahkan anak-anak kita untuk melanjutkan pendidikan atau menggunakannya untuk mencari pekerjaan. Ini yang kita harapkan dari kolaborasi tersebut,” kata Erisman Yahya, Selasa (18/8/2026).
Untuk membantu penyelesaian tunggakan tersebut, bantuan yang disalurkan melalui Program Tebus Ijazah mencapai Rp1,6 miliar.
Program ini menjadi salah satu langkah nyata untuk membantu lulusan dari keluarga kurang mampu. Sebab, tanpa ijazah, mereka berpotensi mengalami kesulitan ketika ingin mendaftar kuliah maupun melamar pekerjaan.
Menurut Erisman, pemerintah ingin memastikan persoalan ekonomi keluarga tidak memutus kesempatan anak untuk melangkah ke jenjang berikutnya.
“Kita ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan. Pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dan kepedulian berbagai pihak sangat penting,” ujarnya.
Perhatian tidak berhenti pada siswa yang telah lulus. Disdik Riau juga mendorong bantuan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masih mengikuti pendidikan di sekolah.
Melalui kolaborasi di bidang pendidikan, sebanyak 12.000 paket seragam sekolah disiapkan untuk siswa penerima manfaat.
Penyalurannya dilakukan secara bertahap dan hingga kini realisasinya telah mencapai hampir 80 persen.
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu. Dengan demikian, kebutuhan seragam diharapkan tidak lagi menjadi beban tambahan bagi orang tua maupun menghambat anak mengikuti kegiatan belajar.
Erisman menilai dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat program pemerintah di sektor pendidikan.
“Kami tentu menyambut baik dan mengapresiasi dukungan Baznas Provinsi Riau terhadap dunia pendidikan. Kolaborasi seperti ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak kita yang berasal dari keluarga kurang mampu,” katanya.
Disdik Riau, lanjut Erisman, akan terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak. Tujuannya agar semakin banyak persoalan pendidikan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat diselesaikan bersama.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada program tebus ijazah dan bantuan seragam, tetapi dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelajar di Riau.
“Kami berharap sinergi ini terus berjalan. Tujuan akhirnya tentu bagaimana anak-anak Riau, terutama yang membutuhkan, tetap bisa sekolah dan mendapatkan hak pendidikan dengan baik,” ujar Erisman.
Melalui langkah tersebut, Pemprov Riau ingin memastikan keberpihakan di bidang pendidikan tidak hanya menyentuh proses belajar di ruang kelas, tetapi juga membantu menyelesaikan hambatan ekonomi yang dapat memengaruhi kelanjutan pendidikan dan masa depan siswa.(rl)
Komentar Via Facebook :