Solar Tercecer Dijalan Palembang dan Dugaan Mafia BBM Bermain, Warga Minta APH Bertindak
SCN | PEKANBARU– Dugaan aktivitas penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar mulai menjadi sorotan. Sepanjang sisi Jalan Palembang tampak basah akibat tumpahan solar yang terlihat secara kasat mata pada Minggu (18/10/2026) pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat di sekitar jalur tersebut, kejadian tumpahan solar bukan kali pertama terjadi. Warga menyebut, aktivitas truk yang diduga berkaitan dengan sebuah gudang di kawasan itu berlangsung berulang kali, bahkan hampir setiap hari.
"Kalau sudah malam, truk bergantian masuk ke gudang yang di sebelah kiri itu, Bang, simpang tiga setelah kandang ayam sebelum jalan tanah. Ada satu truk setiap lewat tengah malam yang sering tumpah-tumpah," ungkap seorang warga di sekitar Jalan Palembang.
Keterangan warga tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai aktivitas kendaraan pada malam hari, terlebih ketika ceceran solar terus ditemukan di badan jalan. Kondisi ini tidak hanya memunculkan dugaan adanya aktivitas penampungan BBM, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan akibat permukaan yang licin.
Bekas tumpahan solar bahkan masih terlihat hingga Senin (19/10/2026) sore. Artinya, kondisi tersebut tidak langsung hilang setelah kejadian pada pagi sebelumnya.
Penelusuran di lapangan kemudian mengarah ke sebuah gudang yang ditunjuk warga. Seorang pria yang mengaku bernama Udin membenarkan bahwa bangunan tersebut merupakan gudang solar.
"Benar, ini gudang milik Weru, orang Pangkalan. Tapi gudang ini sudah tiga hari enggak aktivitas. Di sini kami juga memelihara ayam Bangkok, jadi kami jaga di sini, Bang," ujar Udin.
Meski demikian, keterangan mengenai kepemilikan gudang tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut. Begitu pula dengan asal-usul solar yang disimpan, legalitas aktivitas gudang, serta dugaan keterkaitannya dengan tumpahan BBM yang berulang di sepanjang jalan.
APH Jangan Diam!
Aparat penegak hukum (APH) didesak segera turun ke lapangan, menelusuri asal-usul solar, serta mengidentifikasi kendaraan yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah aktivitas penyimpanan dan distribusi solar di lokasi tersebut memiliki izin serta sesuai dengan aturan yang berlaku.
Jangan sampai dugaan aktivitas yang berlangsung berulang kali ini luput dari pengawasan, sementara ceceran solar terus membasahi jalan dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas tersebut.(rl)
Komentar Via Facebook :