HIV Meroket Hingga 3.700 Kasus, DPRD Pekanbaru Angkat Bicara
Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Aidhil Nur Putra
SCN | PEKANBARU - Meningkatnya kasus HIV di Kota Pekanbaru yang disebut telah menembus angka 3.700 kasus mendapat perhatian dari kalangan legislatif.
Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Aidhil Nur Putra menilai kondisi tersebut harus menjadi alarm serius bagi pemerintah kota dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, penanganan HIV tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, hingga lingkungan sosial.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu keterlibatan orang tua, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan serta edukasi kepada generasi muda,” ujar Aidhil, Jumat (22/5/2026).
Ia menilai meningkatnya kasus HIV dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari minimnya pemahaman masyarakat terhadap bahaya penularan HIV, pergaulan bebas, hingga kurangnya edukasi kesehatan reproduksi dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, ia mendorong Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru agar lebih masif melakukan sosialisasi dan edukasi, khususnya kepada kelompok usia produktif dan kalangan remaja yang dinilai rentan.
Selain edukasi, Politisi Nasdem ini juga meminta pemerintah memperkuat layanan pemeriksaan dini dan pendampingan bagi masyarakat yang terpapar HIV agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Jangan sampai masyarakat takut melakukan pemeriksaan karena stigma. Edukasi harus diperkuat, tetapi pendekatannya juga harus manusiawi,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS. Menurutnya, penderita tetap harus mendapatkan dukungan sosial dan akses layanan kesehatan yang layak.
“Yang paling penting sekarang bagaimana pencegahan diperkuat dan masyarakat semakin sadar terhadap bahaya HIV. Ini persoalan serius yang harus ditangani bersama,” pungkasnya.
sumber,cakaplah.com

Komentar Via Facebook :