Integritas, Keadilan dan Empati Menjadi Dasar Penting Seorang Pemimpin yang Beretika
Kaban Kesbangpol Riau Boby Rachmat
SCN | Pekanbaru - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau memberikan Pemaparan Materi Kegiatan Latihan Kepemimpinan Organisasi (LKO) dengan tema Etika dalam Kepemimpinan di Aula Perpustakaan Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut di taja oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, dengan peserta Pelajar SLTA di Pekanbaru.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau, Dr.H. Boby Rachmat, S.STP, M.Si, saat menyampaikan materi mengataka.Etika merupakan Nilai dan norma yang menjadi pedoman perilaku manusia dalam menentukan benar dan salah. Merupakan kompas moral dalam tanggung jawab sedangkan kepemimpinan ialah Kemampuan mempengaruhi, mengarahkan, dan membimbing orang lain. Pemimpin bukan hanya memerintah, tetapi juga memiliki sifat melayani.
Apa yang menjadikan etika kepemimpinan itu penting ialah pemimpin memiliki pengaruh besar pada tatanan masyarakat, generasi khususnya Mahasiswa juga merupakan Iron Stock pemimpin masa depan.
Kemudian lanjutnya etika adalah benteng pencegahan penyalahgunaan kekuasaan dan terakhir fondasi utama organisasi yang sehat dan profesional.
"Tiga hal yang menjadikan dasar penting seorang pemimpin yang beretika yaitu memiliki Integritas, Keadilan dan Empati" ujarnya.
Dikatakan sehingga seorang pemimpin tersebut bisa di katakan mempunyai karakter yang kuat dimasa depan dengan bercirikan seorang pemimpin yang Visioner, Komunikatif, Rendah Hati, Tegas dan keteladanan tinggi sehingga menjadi contoh atau role model kepemimpinan.
Lebih lanjut dikatakan tantangan di era modern saat ini merupakan digitalisasi maka dari itu sikap seorang pemimpin terhadap tantangan maupun ancaman yaitu verifikasi informasi sebelum bertindak, menjaga persatuan di ruang siber dan juga memiliki sikap transparansi digital yang akuntabel.
Selanjutnya kata Boby Rachmat, Integritas merupakan fondasi utama kepemimpinan maka tanpanya semua visi dan misi hanyalah hampa. Karena seorang pemimpin sejatinya ialah pelayan rakyat. Bagi Pemimpin muda kepintaran tanpa etika hanya akan merusak tatanan. Perlu diingat jabatan adalah amanah yang tidak bisa disombongkan dan mulai lah menjadi seorang pemimpin yang mampu memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain.(rl)

Komentar Via Facebook :