Keren! Teknologi Anak Unilak Smart Visitor Sukses Hitung 14.041 Pengunjung Pacu Sampan Taman Bunga Impian Okura

SCN | Pekanbaru — Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Lancang Kuning (Unilak) menorehkan prestasi membanggakan dengan keterlibatan aktif mahasiswanya dalam gelaran Festival Pacu Sampan Tradisional Jilid II. Acara budaya tahunan yang diselenggarakan di Taman Bunga Impian Okura, Rumbai Timur, Pekanbaru, ini semakin meriah dan modern berkat sentuhan teknologi yang dikembangkan oleh mahasiswa Unilak.

Festival Pacu Sampan Jilid II ini kembali mencetak kesuksesan besar dengan mencatat kehadiran pengunjung yang mencapai angka fantastis, yakni 14.041 orang. Data akurat ini tidak lepas dari inovasi yang dibawa oleh mahasiswa Fasilkom Unilak, menjadikannya perhelatan budaya yang profesional dan berbasis data.

Inovasi kunci tersebut adalah Smart Visitor, sebuah sistem deteksi pengunjung yang canggih berbasis Artificial Intelligence (AI). Sistem ini dikembangkan oleh Donni Firmansyah, seorang mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fasilkom Unilak.

Teknologi ini memiliki kemampuan untuk menghitung jumlah pengunjung secara otomatis, akurat, dan real-time. Selain itu, bisa memberikan kemudahan yang luar biasa bagi panitia dalam mengelola dan memantau jalannya acara.

Donni Firmansyah, yang juga terlibat sebagai bagian dari panitia Festival Pacu Sampan, menjelaskan latar belakang penciptaan Smart Visitor. Dari pengalamannya di Festival Pacu Sampan Tradisional pertama, terdapat kendala karena jumlah pengunjung tidak terdeteksi secara pasti selama acara berlangsung.

"Latar belakang itulah yang mendorong saya untuk ikut membantu menyukseskan Festival Pacu Sampan Tradisional Jilid II dengan mengembangkan Smart Visitor," ungkap Donni.

Donni Firmansyah, menjelaskan secara rinci cara kerja inovasi Smart Visitor yang ia kembangkan untuk Festival Pacu Sampan Tradisional Okura. Menurut Donni, sistem ini memanfaatkan kamera CCTV yang dipasang di pintu masuk lokasi acara.

"CCTV dijalankan melalui script, dan dalam script itu ada sebuah model," ujar Donni.

Ia mengibaratkan, model yang ia kembangkan ini secara khusus mengenali dan menghitung objek manusia (pengunjung). Di layar kamera, Donni membuat sebuah garis horizontal, setiap objek yang terdeteksi sebagai manusia dan bergerak melewati garis tersebut, baik masuk maupun keluar, akan secara otomatis terhitung.

Donni menambahkan bahwa meskipun Smart Visitor bekerja secara akurat, sistem ini memiliki beberapa keterbatasan. Ia memasang CCTV di satu titik untuk mengakumulasi hitungan pengunjung masuk dan keluar.

Kelemahan pertama adalah jangkauan deteksi objek manusia hanya terbatas pada radius 100 hingga 200 meter. Kedua, performa model sangat bergantung pada spesifikasi perangkat keras (laptop) yang digunakan. Selain itu, pada saat acara berlangsung, banyak objek manusia yang tertutup oleh pohon dan spanduk, yang berpotensi memengaruhi akurasi deteksi.

Meskipun demikian, sistem Smart Visitor telah memberikan data yang sangat bermanfaat dan akurat mengenai jumlah pengunjung. Donni membeberkan data rinci perolehan pengunjung selama festival berlangsung.

"Hasil Smart Visitor menunjukkan jumlah pengunjung Festival Pacu Sampan hari pertama 3.716 (orang), hari kedua 3.996 (orang), dan hari ketiga 6.329 (orang)," jelas Donni.

Data ini menegaskan bahwa total akumulasi pengunjung festival tersebut mencapai lebih dari 14.041 orang, membuktikan efektivitas teknologi AI dalam mengelola event budaya.

Berkat inovasi ini, Festival Pacu Sampan kini semakin menunjukkan wajah baru, di mana esensi budaya tradisional berpadu harmonis dengan kecanggihan teknologi. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat upaya pelestarian tradisi, tetapi juga menghadirkan tata kelola acara yang lebih modern, profesional, dan efisien.

"Alhamdulillah, tahun ini jumlah pengunjung dapat terdeteksi dengan jelas, yaitu sebanyak 14.041 orang," ujar Donni.

Ia menggarisbawahi keakuratan dan manfaat langsung dari sistem temuannya. Angka ini membuktikan bahwa acara tersebut selalu FGP (Full Gempita Pengunjung) dan tetap viral di mata publik.

Septiandi Putra selaku penanggung jawab acara mengakui bahwa kehadiran Smart Visitor sangat membantu kelancaran festival. Ia sangat terbantu dengan adanya Smart Visitor yang dikembangkan oleh mahasiswa Fasilkom Unilak.

"Teknologi ini membuat pengelolaan festival lebih tertib dan akurat," kata Septiandi.

Lebih lanjut, Putra juga memandang inovasi ini sebagai bukti nyata kolaborasi yang positif. "Ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara tradisi dan inovasi bisa berjalan dengan baik. Kami bangga anak-anak muda Pekanbaru mampu menunjukkan karya yang bermanfaat untuk masyarakat,” tambahnya.

Festival Pacu Sampan Tradisional Jilid II yang ditaja oleh Himpunan Mahasiswa Rumbai Bersatu (HIMARUSA) ini kini menjelma tidak hanya sekadar ajang olahraga dan budaya, melainkan juga simbol sinergi kuat antara generasi muda, masyarakat, dan dunia pendidikan. Unilak melalui Fasilkom secara berkelanjutan mendorong mahasiswanya untuk menciptakan inovasi digital yang memberikan manfaat luas.

Dengan capaian ini, Universitas Lancang Kuning sekali lagi membuktikan bahwa dunia akademik memiliki peran krusial sebagai motor penggerak kemajuan daerah, sekaligus mencatat sejarah Festival Pacu Sampan Tradisional Jilid II sebagai festival budaya yang sukses didukung penuh oleh teknologi karya anak bangsa.(rl)

Tags :Pemerintahan
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait