BPBD Pekanbaru: Masyarakat Mesti Waspadai Ancaman Banjir di Musim Penghujan

SCN | PEKANBARU - Masyarakat mesti mewaspadai ancaman banjir seiring memasuki musim penghujan di Kota Pekanbaru. Apalagi hujan dengan intensitas rendah sempat melanda kota pada, Kamis (11/9/2025) dinihari kemarin.

Akibatnya sejumlah pemukiman dan ruas jalanan di Kota Pekanbaru terendam banjir. Kondisi ini terjadi pasca hujan dengan intensitas deras mengguyur kota selama enam jam.

Banjir dengan ketinggian beragam sempat merendam pemukiman hingga jalanan kota. Namun banjir di sejumlah wilayah kota berangsur surut.

Tim BPBD Kota Pekanbaru sudah melakukan pemantauan terhadap lokasi yang terdampak banjir. Mereka memastikan kondisi terkini kawasan terdampak banjir yang berangsur surut.

Kawasan yang tergenang banjir kebanyakan tingginya 30 centimeter. Lokasi tersebut di antaranya Perumahan Solarindo, Jalan Sri Indra.

Sebanyak seratus rumah sempat tergenang banjir akibat luapan anak sungai di kawasan itu. Sistem drainase di kawasan tersebut juga rusak akibat material pembangunan tol lingkar.

"Tapi sudah difasilitasi tim lapangan dari polsek, camat BPBD, dinsos serta warga memperbaiki material yang menghambat aliran air," terang Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekanbaru, Oktavianus Nahuway.

Menurutnya, banjir di kawasan tersebut sudah surut. Kawasan lain yang terdampak yakni Perumahan Witayu dengan ketinggian berkisar 20 centimeter.

"Sudah berangsur surut di kawasan itu. Begitu juga di Kawasan Jalan Dwikora, sudah surut," terangnya.

Ada juga ruas jalan seperti Jalan Riau ujung, simpang Pasar Pagi Arengka, Jalan Tuanku Tambusai hingga Jalan HR Soebrantas. Kondisinya saat ini sudah berangsur surut.

"Kami sudah pantau untuk kawasan terdampak banjir sudah normal, sudah berangsur surut," paparnya.

Pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ancaman banjir. Ancaman tersebut bisa disebabkan luapan parit maupun luapan air dari aliran sungai.(rl)

Tags :Pemerintahan
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait